Blog & News

Bersaing dengan Kopi Arabika, Peminat Robusta Menyusut


BANDUNG, (PR).- Pangsa pasar kopi robusta terus menyusut hingga 25-30 persen. Hal itu disebabkan, penikmat kopi cenderung meminati kopi arabika. Penyusutan itu pun berdampak terhadap harga dan populasi tanaman kopi robusta yang berkurang di Jawa Barat.


Ketua Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor DPC Kota Bandung Atep Nandang Subandar mengatakan, kopi Jawa Barat paling banyak jenisnya dan telah diakui dunia. Kopi asal Jabar memiliki lebih banyak rasa dan variatif jenisnya, baik arabika maupun robusta.


"Jabar gudangnya kopi karena miliki karakter rasa berbeda karena unsur hara yang beda. Banyak sekali jenis kopinya," kata Atep yang juga pengusaha kopi, Minggu 3 September 2017.


Akan tetapi, sekarang lebih banyak kopi arabika yang diminati masyarakat. Hal tersebut, menyebabkan kesenjangan pangsa pasar, bahkan membuat harga di tingkat petani dan konsumen jauh berbeda.


Posisi petani hanya sampai menghasilkan ceri arabika Rp 5.000-Rp 7.000 per kilogram, sedangkan robusta sekitar Rp 4.000 per kilogram. Pasaran harga kopi robusta roasted Rp 70.000-Rp 80.000 per kilogram dan harga kopi arabika Rp 170.000-Rp 300.000 per kilogram.


"Robusta lebih murah, rasanya lebih pahit khas kopi karuhun. Kalau arabika lebih kompleks, ada manis dan asam. Orang-orang lebih suka kopi yang balance, ada pahit, manis, dan asamnya," tuturnya.


Saat ini, Atep menerangkan, banyak petani kopi robusta yang beralih tanam ke kopi arabika. Padahal, kopi robusta memiliki pasar tersendiri yang cukup loyal.


"Susah cari robusta di Jabar. Sama petani dibabat, diganti sama arabika. Yang ada pun enggak diurus karena murah. Padahal, ada pasar sendiri untuk robusta," ujarnya.

Mendongkrak pasar melalui pameran

Untuk itu, pihaknya ingin mendongrak pasar kopi robusta dengan menampilkannya pada pameran-pameran, baik di dalam maupun luar negeri, seperti pameran di Myanmar pada 29 September 2017 nanti.


Ia pun menyatakan komitmennya, untuk meningkatkan pengetahuan petani sebagai nilai tambah agar mereka bisa menjual kopi siap minum. Hingga saat ini, ia sudah menerima beragam kopi robusta dan arabika asal Jabar, antara lain dari Malabar, Garut, Cinulang, Ciwidey, Gunung Halu, Gunung Puntang, Palasari, Cijapati, dan Rancakalong.


Ke depannya, Atep ingin terus mengangkat kopi sebagai salah satu komoditas agro Jabar. “Kami akan mencoba pertemukan konsumen dengan petani melalui e-commerce, untuk mengatasi kelemahan teman-teman dalam pemasaran,” kata Atep.***

#IndonesianCoffee #CoffeeLovers #Coffee

Featured Posts
Posts Are Coming Soon
Stay tuned...
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Black
  • Twitter Basic Black
  • Instagram Basic Black

© Copyright 2016  |  By : PT. Lembah Kerinci Developindo